Ramadhan Cepat Berlalu

Saat kita sibuk, rasanya waktu memang cepat sekali berlalu. Steve Janssen, seorang psikolog yang telah mengadakan riset mengenai persepsi waktu pada 1.865 responden, mengatakan, ‘’Pekerjaan yang membutuhkan fokus lebih membuat kita tak merasakan berjalannya waktu dibandingkan saat kita mengerjakan tugas yang lebih santai’’.

Dalam tausiyah ramadhan, banyak da’i-da’iyah mengingatkan kita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda :

“Umatku diberi lima keistimewaan pada bulan Ramadhan yang tidak diberikan kepada umat sebelum mereka : Bau mulutnya orang-orang puasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan bau minyak kasturi, setiap hari malaikat memintakan ampunan bagi mereka saat berpuasa sampai berbuka, Allah menghiasi surga untuk mereka kemudian berfirman, “Hamba-hamba-Ku yang saleh tengah melepaskan beban dan kesulitan maka berhiaslah”, setan-setan dibelenggu sehingga tidak bisa menggoda dan orang-orang puasa diampuni dosa-dosa mereka pada malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad, al-Bazzar, al-Baihaqi)

Namun tamu mulia itu selalu terasa hanya sebentar. Oh ramadhan, janganlah cepat berlalu.

Duhai Ilahi, kami malu. Ramadhan indah yang Engkau curahkan samudera kenikmatan beserta bergulung reward-Mu didalamnya ternyata masih harus berlalu begitu saja. Kami masih tenggelam dalam kehinaan, bercoreng aib dan berlumur dosa, ampunilah kami, duhai Robbi.

Penulis : Iis Siti Aisah, S.Pd ( Guru Bahasa Sunda SMA ITUS )

By febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.