ITUS

SMP - SMA
Islam Terpadu Umar Sjarifuddin
Jl. Pajajaran No. 1A Peusing Jalaksana Kuningan- Jawa Barat
Tlp./Fax. (0232) 8617661

Sekolah Para Juara

Home berita INI DIA 6 MANFAAT POSITIVE THINKING

Ini Dia 6 Manfaat Positive Thinking

Saya cape, lelah, bosan, kecewa, malas! Kenapa sih selalu saja hidup saya tidak seberuntung orang lain? Kenapa di dunia harus ada virus yang bernama corona? Sampai kapan harus berada dalam situasi seperti ini?

Haryanto Kandi berpandangan bahwa orang optimis punya kebiasaan menjelaskan apapun yang terjadi pada diri mereka secara positif. Orang pesimis menjelaskan apapun yang terjadi pada diri mereka secara negatif.

Lantas kita adalah kategori orang yang mana? Mari berintropeksi diri dan berpikir kembali.

Dalam situasi yang serba meresahkan ini, kita memang harus melatih mental kita untuk menerima keadaan dan berpikir positif (positive thinking). Berpikir positif bukan berarti kita mengabaikan situasi yang kurang menyenangkan dan meresahkan, melainkan lebih ke menghadapi ketidaknyamanan dan keresahan itu dengan cara yang lebih positif dan produktif. Kita harus berpikir bahwa keadaan terbaiklah yang akan terjadi, dan bukan yang terburuk.

Berpikir positif sering dimulai dengan berbicara pada diri sendiri dan berintropeksi diri. Jika pikiran yang berjalan di kepala kita kebanyakan negatif, maka pandangan hidup kita kemungkinan pesimis. Sebaliknya, jika pikiran kita sebagian besar positif, maka kita mungkin merupakan orang yang optimis.

Ada hal ajaib yang mungkin belum banyak orang mengetahui tentang berpikir positif. Beberapa studi menyatakan bahwa kepribadian pesimis dan optimis dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan dalam berbagai aspek. Di sini, kita akan mengambil beberapa manfaat dari sikap optimis, yang akan dijelaskan di bawah ini.

1. Meningkatkan Kemungkinan Umur Panjang

Para peneliti di University of Pittsburgh School of Medicine menemukan bahwa wanita menopause yang memiliki sifat optimis mengalami penurunan jangka kematian dan memiliki hanya sedikit risiko terkena diabetes atau hipertensi (tekanan darah tinggi), yang sering kali dialami oleh teman-teman pesimis mereka. Para peneliti menganalisis data dari 100.000 orang wanita dalam studi yang sedang berlangsung, dan hasilnya adalah wanita yang optimis memiliki risiko sebanyak 30% lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung dibandingkan dengan yang pesimis. Para wanita yang pesimis juga memiliki 23% kemungkinan untuk meninggal akibat kanker.

2. Memerangi Depresi

Pemikiran pesimis adalah salah satu faktor yang menyebabkan depresi, menurut Psychology Today. Dengan mengubah cara berpikir Anda menjadi positif, maka Anda akan dapat memerangi depresi. Terapi kognitif yang mengubah pola berpikir dapat meningkatkan perasaan seseorang dan menjadi bagian utama dari pengobatan depresi.

3. Memperkuat Sistem Imun Tubuh

Berpikir positif diyakini dapat membantu orang melawan masuk angin dan penyakit lainnya. Namun, menurut sebuah studi di tahun 2003 pada New York Times menyatakan bahwa, berpikir negatif hanya dapat melemahkan respon kekebalan tubuh terhadap flu. Ini karena adanya aktivitas listrik yang besar di bagian otak ketika anda berpikir negative. Sehingga hal itu dapat melemahkan respon imun terhadap flu yang diukur dengan antibodi mereka.

4. Mengalahkan Berbagai Penyakit

Orang dengan pikiran positif akan pulih lebih cepat dari operasi, dan juga dapat mengatasi penyakit serius lebih baik, seperti kanker, penyakit jantung, dan AIDS, menurut Psych Central, sebuah jaringan sosial kesehatan mental yang dioperasikan oleh kesehatan mental profesional. Sebuah studi menemukan bahwa orang-orang yang lebih optimis memiliki sel-sel kekebalan tubuh yang lebih baik.

5. Mengatasi Stres Dengan Lebih Baik

Ketika dihadapi oleh situasi yang menyebabkan stres, orang yang berpikir positif dapat mengatasi situasi tersebut lebih efektif dibandingkan dengan pemikir negatif. Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa ketika orang optimis menghadapi kekecewaan (contohnya seperti tidak diterima kerja atau gagal naik jabatan), mereka lebih cenderung untuk fokus pada hal-hal yang dapat mereka lakukan dalam mengatasi situasi tersebut.

Daripada tenggelam dalam perasaan frustrasi atau dengan hal-hal yang tidak dapat mereka ubah, orang yang optimis akan menyusun rencana lain dan meminta pendapat orang lain untuk bantuan dan saran. Di sisi lain, orang yang pesimis hanya mengasumsikan bahwa situasi tersebut di luar kendali mereka dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mengubahnya.

6. Membuat Anda Lebih Tangguh

Ketahanan mengacu pada kemampuan kita untuk mengatasi masalah. Orang tangguh dapat menghadapi krisis atau trauma dengan kekuatan dan tekad. Daripada hancur dalam menghadapi stres, mereka lebih memilih untuk melanjutkan dan mengatasi kesulitan tersebut. Ini membuktikan bahwa berpikir positif memainkan peran terhadap ketangguhan. Ketika berhadapan dengan tantangan, orang yang berpikir positif biasanya melihat apa yang sebenarnya dapat mereka lakukan dalam menyelesaikan masalah.

Para peneliti juga menemukan bahwa di tengah krisis, seperti serangan teror, atau bencana alam, pikiran dan emosi positif mendorong perkembangan dan memberikan tameng terhadap depresi. Dengan memelihara emosi positif, bahkan ketika menghadapi peristiwa mengerikan, orang bisa menuai manfaat baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk mengelola tingkat stres, mengurangi depresi, dan membangun kemampuan untuk pulih yang dapat sangat bermanfaat di masa depan.

Bukankah berpikir positif membuat kita tergiur akan manfaatnya? Sangat disayangkan jika masih banyak orang yang terus mengeluh setiap detiknya. Mengeluh adalah hal wajar dan manusiawi, tetapi setelah mengeluh kita harus menyiapkan solusi untuk mengtasinya. Karena manusia harus tetap bertahan untuk menjalani kehidupan yang serba ajaib ini.

Masih belum bisa menerima kepahitan hidup? Coba berdamai dengan diri sendiri, berusaha mengerti, memaafkan dan melupakan sesuatu yang tidak menyengkan. Ganti dengan pikiran positif sebab hidup adalah perubahan. Ubah jadi lebih baik.

Jika kita berpikir positif, maka akan menarik hal positif masuk ke hidup kita. Begitu juga sebaliknya. Tuhan mungkin memperingati kita dengan cara yang berbeda. Jangan  marah! kita tidak tahu ke depannya seperti apa? Mungkin saja kita akan menjadi manusia pilihan yang hebat dan berguna atas tindakan positif kita.

Penulis : Lela Lailatul Inayah, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMA ITUS Kuningan